| back to home |
Rencana Pengembangan ASDI  

Kurun waktu 8 tahun (1999-2007) merupakan fase pertama ASDI. Terjadinya proses seleksi alam dari sebuah komitmen pendidikan untuk membangun sebuah Lembaga Perguruan Tinggi yang mengedepankan profesionalisme dalam memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas kepada masyarakat. Belajar dari kesalahan masa lalu yang dilakukan melalui proses evaluasi, ASDI mulai mencoba untuk tegak berdiri secara perlahan-lahan agar dapat terus eksis dalam dunia pendidikan.

Tahun 2008 hingga tahun 2010 merupakan fase kedua ASDI, perlahan tapi pasti ASDI mulai melangkah ke depan dengan melakukan rebranding ulang dalam kiprahnya di dunia pendidikan. Perhatian difokuskan pada perbaikan infrastruktur pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mahasiswa di lingkungan ASDI. Kemudian mulai ditata ulangnya sistem dan manajemen pendidikan yang harus dilaksanakan secara konsisten yang disertai komitmen yang tinggi untukmewujudkan visi ASDI menjadi Perguruan Tinggi yang peduli pada kualitas pelayanan dan berperan aktif dalam pelestarian budaya bangsa.

Konsep marketing lebih difokuskan pada what to offer bukan how to offer, bagaimana ASDI memberikan pelayanan yang berkualitas kepada mahasiswanya. Bagaimana merespon secara cepat dari setiap permasalahan yang timbul dan sekaligus memberikan solusi terbaik dari pemecahan masalah tersebut. Pelayanan yang bersumber dari hati yang tulus untuk berbagi ilmu, pengetahuan dan pengalaman dalam bidang Desain Komunikasi Visual dan Desain Fesyen. Pelayanan yang selalu berproses untuk meningkatkan kualitasnya, tidak saja kepada civitas akademika ASDI tetapi juga kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Keunggulan komparatif yang dimiliki ASDI mulai digali dan dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat sebagai bagian dari strategi manajemen pendidikan sehingga tercipta sebuah positioning tentang ASDI, “only me, not you”. Ruang kreatif berupa digital magazine tentang desain komunikasi visual dan desain fesyen mulai diperkenalkan sebagai tempat untuk para civitas akademika berkarya sekaligus sebagai ruang komunikasi dengan para kolega ASDI. Sebagai bukti positioning ASDI adalah masuknya finalis 2 orang mahasiswa ASDI pada PLAZA SENAYAN PALM AWARD 2008 Fashion Design Competition. Dua orang mahasiswa ASDI tersebut merupakan bagian dari 20 orang finalis yang diseleksi secara ketat dari ratusan karya fashion designer muda di seluruh Indonesia. Dan untuk 2009 ada satu orang lagi mahasiswa ASDI yang masuk dalam 20 orang finalis Lomba Rancang Busana Muslim 2009 yang diselenggarakan oleh Majalah NOOR. Kedua puluh orang finalis tersebut merupakan hasil seleksi yang dilakukan secara ketat terhadap 75 orang fashion designer di seluruh Indonesia.

   
ASDI Copyright 2009  
| 1| 2 |