 |
|
Membangun masyarakat yang cerdas dan peka terhadap lingkungan dan masyarakatnya harus dimulai dengan menyiapkan sistem pendidikan yang mengedepankan kualitas pelayanan. Perguruan Tinggi jangan hanya dijadikan tempat untuk menghasilkan manusia yang hanya membawa gelar dan ijazah saja. Sebuah Perguruan Tinggi harus mampu membangun manusia cerdas yang mempunyai attitude yang baik, yang peka terhadap lingkungan dan masyarakatnya. Dalam hal ini keseimbangan antara Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ) dan Spiritual Quotient (SQ) harus dikedepankan untuk membangun dan mengembangkan sumber daya manusia unggulan yang produktif dan kreatif.
ASDI Solo didirikan pada tanggal 18 Agustus 1999 dengan SK Mendikbud Nomor : 142/D/O/1999 dengan visi menjadi Perguruan Tinggi yang peduli pada kualitas pelayanan pendidikan dan berperan aktif dalam pelestarian budaya bangsa, ASDI Solo membawa misi memberikan pelayanan pendidikan dengan mengedepankan profesionalisme dalam menyiapkan lulusan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan stake holders, melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi dengan penuh tanggungjawab yang selaras dengan visi lembaga, menciptakan lulusan yang mempunyai kemampuan berwirausaha dalam bidang desain komunikasi visual dan desain fesyen, berperan aktif dalam kegiatan pelestarian budaya Nusantara, mengembangkan peran aktif lembaga dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang terkait dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan desain.
ASDI merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Desain di wilayah Kopertis VI yang khusus hanya menawarkan program studi Desain Komunikasi Visual dan Desain Tekstil (Fesyen) dengan sistem pendidikan yang terfokus pada penguasaan konsep desain, teknis aplikasi dan pengembangan kreatifitas dalam bidang desain komunikasi visual dan desain fesyen serta penguasaan Bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi internasional dan pintu gerbang perkembangan ilmu pengetahuan. Konsep pendidikan secara personal yang diterapkan di ASDI menuntut mahasiswa ASDI untuk pro aktif dalam mengembangkan kemampuan hardskill dan softskillnya. Untuk itulah 70% kurikulum pendidikan di ASDI merupakan matakuliah praktek yang menekankan pada penguasaan kemampuan hardskill. Disamping itu ASDI juga menyiapkan semua mahasiswanya untuk memiliki kemampuan multitalen sehingga mahasiswa ASDI mempunyai peluang besar untuk berperan aktif dalam industri kreatif dan kewirausahaan.
Untuk memperluas wawasan dan memberikan pengalaman kreatif semua mahasiswa ASDI didorong untuk mengikuti setiap lomba kreatif baik dalam skala lokal, nasional maupun internasional yang difasilitasi oleh ASDI dan semua mahasiswa ASDI diberi kesempatan untuk menambah pengalaman kreatifnya di industri kreatif yang telah bekerjasama dengan ASDI. Pengalaman kreatif tersebut dapat berupa studi banding ke industri terkait, kerja profesi maupun pelaksanaan pembuatan tugas akhir. |